Jakarta, 20 November 2025— PT Sumbawa Timur Mining (STM) berbagi wawasan tentang digitalisasi eksplorasi pertambangan mineral Proyek Hu’u di ajang Temu Profesi Tahunan (TPT) Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) ke-34. Kegiatan ini berlangsung pada 10−12 November 2025 di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Tahun ini, TPT PERHAPI mengusung tema “Digitalisasi dan Transformasi Pertambangan Indonesia Menuju Ekonomi Hijau yang Berkelanjutan”.
Sebagai forum nasional sektor pertambangan, TPT PERHAPI mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan akademisi untuk mendorong pengembangan pertambangan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Acara tahun ini menyajikan 13 subtema diskusi yang mencakup teknologi pertambangan, pengelolaan sumber daya, hingga kebijakan pertambangan. STM pun berkesempatan untuk tampil pada subtema diskusi digitalisasi industri pertambangan.
Manager Exploration Mineral & Geothermal STM, Galih Perdana, tampil mewakili STM dengan membawa materi berjudul “Pemanfaatan Data Geologi di Proyek Hu’u: Transformasi Eksplorasi Berbasis Digital”. Selain Galih Perdana, terdapat pula pemateri lain pada sesi ini, yakni Kenneze Santic (PT Arnoc Indonesia Energi), Ardhi Ishak K. (PT Pamapersada Nusantara), dan dipandu oleh Rizal Kasli (Ketua Umum PERHAPI periode 2018-2024) sebagai moderator.
Pada sesi diskusi tersebut, Galih Perdana memaparkan tentang studi kasus penerapan digitalisasi pada kegiatan pengeboran directional/branching di tahap eksplorasi mineral, menggunakan Continuous Wedging Tools (CWT). Implementasi teknologi digital ini mampu memperkuat proses pemantauan pengeboran secara real-time, serta mengingkatkan akurasi dan efisiensi proses eksplorasi.
Untuk diketahui, pengeboran directional/branching adalah teknik pengeboran yang diarahkan menuju lintasan tertentu, lurus maupun melengkung, untuk menjangkau zona mineralisasi. Dengan teknik ini, melalui satu lubang utama dapat dibuat bercabang ke beberapa titik mineralisasi sekaligus. Sepanjang proses, sensor pengukur arah digunakan untuk memastikan lubang bor tetap mengikuti jalur rencana.
Seluruh data pengeboran diakuisisi dan diolah secara digital untuk meningkatkan akurasi arah pengeboran serta efisiensi biaya dan waktu eksplorasi. “Dengan mengimplementasikan pengeboran directional/branching, rata-rata capaian efisiensi STM tahun 2022 dapat menghemat hingga 25% waktu pengeboran dan 40% biaya pengeboran serta aspek pendukungnya,” ungkap Galih.
Lebih lanjut, Galih memaparkan bahwa digitalisasi eksplorasi di Proyek Hu’u memberikan sejumlah manfaat signifikan, mulai dari integrasi data terpusat yang memastikan konsistensi dan kemudahan akses, hingga pemodelan geologi tiga dimensi yang lebih akurat melalui integrasi data pengeboran dan logging secara real-time. Penerapan ini meningkatkan kualitas estimasi sumber daya dan mempercepat proses pengambilan keputusan.
Di samping manfaat digitalisasi, Galih juga menekankan adanya tantangan yang perlu diantisipasi. Transisi digital misalnya, pada tahapan ini, diperlukan perubahan budaya kerja serta pelatihan sumber daya manusia untuk memastikan adopsi dari sistem digital dapat berjalan dengan efektif. Selain itu, dibutuhkan juga investasi awal yang signifikan untuk berbagai perangkat seperti server, lisensi, dan biaya pemeliharaan sistem.
Partisipasi STM dalam TPT PERHAPI tahun 2025 mencerminkan peran aktif perusahaan terhadap kolaborasi dan inovasi di sektor pertambangan nasional. Melalui pemanfaatan teknologi digital, STM terus mendorong pelaksanaan eksplorasi yang efektif, efisien, dan berkontribusi pada pengembangan industri pertambangan berkelanjutan di Indonesia.
***
Tentang PT Sumbawa Timur Mining
PT Sumbawa Timur Mining (STM) merupakan perusahaan patungan antara PT Aneka Tambang Tbk (20%) dan Eastern Star Resources Pty Ltd (80%). STM mengelola Proyek Hu’u, sebuah proyek eksplorasi tembaga yang beroperasi di bawah Kontrak Karya (KK) Generasi ke-7 di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Wilayah KK ini juga menyimpan sumber daya panas bumi. Untuk mengeksplorasi potensi ini, STM mendirikan perusahaan afiliasi PT Sumbawa Timur Geothermal, yang telah menerima Izin Panas Bumi (IPB) dari pemerintah. STM kini terus melanjutkan perjalanan untuk mencapai visinya menjadi operasi pertambangan tembaga kelas dunia yang didukung oleh energi terbarukan.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Tim Komunikasi STM.